Larian langkah kaki kaki kecil ku mengiringi perjalanan yang tak tertembus oleh cahaya kebiasaan. Jeritan suara rinduan oleh sang anak kepada ayah dan ibu tercinta . Hati kecil yang penuh tusukan duri melepas kepenatan dalam keadaan terduduk di sebuah pohon rindang. Ukiran nama di batu nisan itu membuat sebuah mata air yang merasakan kesakitan hidup kesendirian. Api yang membara kini ditetesi air hujan dan tinggal sebuah polesan indah di akhir langkahnya. Detir detir gelombang ombak pantai tak tentu arah mengakhiri senyumannya. Melamun di atas pasir putih , terduduk di balai pondok sendiri. Merenung memandang laut nan biru.
Tuhan mendekat dihati, jeritan hati itu datang menemani lagi .
Aliran air dari sepasang mata semakin menjadi jadi.
Tuhan aku sayang mereka
mereka hidup matiku , keindahanku , nyanyian rinduku, tangisan lukaku , tempatku berkeluh, teman duniaku , amarah ku ,
MEREKA ADALAH KELUARGAKU .
Ayah ibu terimakasih kalian telah melahirkanku kedunia, membesarkanku, merawatku dengan penuh kasih sayang, memberiku pendidikan, mengajarkanku agama, menuntunku ketempat yang benar.
Ayah ibu jasajasa mu sangat aku ingat, mungkin dengan apapun aku takkan bisa membalasnya kepada kalian.
Ayah ibu aku menyayangi kalian
maafkan anakmu yang durhaka ini. Maafkan anakmu yang selalu melawan mu, menyenggakmu, memarahimu, mengabaikanmu nasehatmu, mencacimu, memakimu, tak memperdulikan mu, menyakiti hatimu, mengecewakanmu, membuatmu menangis.
Maafkan anakmu yang banyak berbuat dosa pada kalian.
Maafkan aku jika tak dapat membahagiakan kalian. Namun aku akan berusaha untuk kalian.
Ayah ibu aku mencintai kalian
rizka jamilah nst
Sabtu, 26 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar