Tampilkan postingan dengan label ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Februari 2011

.aya.h.

Matahari terik terasa pupilku mengecil
Tubuh mungilku terbakar kasar
Halus belaian panas menusuk kepala
Berlari dengan meletakkan tas diatas kepala
Menghindari panas !
Aku berhenti disebuah pohon besar rindang
Menyapa seorang anak kecil dengan memegang koran dan kotak yang berisi rokok, permen .
Kenapa kau tidak bersekolah ?
Mencari makan saja susah kakak :-) dengan senyuman.
Tidakkah kau letih adik?
Letih kak , aku ingin sekali bersekolah , biaya tidak ada.
Hatiku terasa meringis terisak , terdiam berfikir .
Hanya untuk mencari makan saja susah.
Teringat ayah selalu berkata
" tidak ada orang tua yang mau anaknya susah"
Aku tersenyum :-)
Kakak kenapa?
Tidak apa.apa
Aku bangga melihat kamu , masih kecil sudah bisa mengerti arti hidup .
Kakak pergi dulu ya , ini buatmu ;)
Terimakasih kakak :)

Hujan deras , panas terik anak itu mencari uang demi sesuap nasi.
Dengan hati tersayat aku menangis
Ayah selalu menasehatiku tentang hidup
Arti seorang manusia .

Ayah .